WAWASAN KEBANGSAAN
Oleh : Mahir Dwi Nugroho (S1. Pend Olahraga)
Wawasan kebangsaan terdiri dari
dua kata yaitu Wawasan dan Kebangsaan. Wawasan berarti pengetahuan, kebangsaan
berasal dari kata dasar bansa yang berarti sikap dari kita terhadap bangsa.
Bangsa merupakan sekelompok
manusia yang mempunyai banyak perbedaan (agama, suku, ras, dan tradisi), namun
memiliki satu prinsip dan satu cita-cita yang sama, yaitu mewujudkan cita-cita
bangsa Indonesia.
Cita-cita bangsa Indonesia,
yaitu:
1.
Mencerdaskan kehidupan bangsa
2. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Latar Belakang
Selama 300
tahun lamanya, perang edaerahan terjadi untuk melwan kolonial Belanda. Perag kedaerahan
terjadi karena masih belum adanya kesatuan dan persatuan antar daerah.
Tanggal
20 Mei 1908, munculnya pergerakan nasional. Munculnya pergerakan nasional
tersebut karena adanya dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal
karena warga Indonesia mempunyai persamaan nasib, yang merasa negerinya
dijajah, yang merasa dirinya tidak bebas dan ingin merasakan kemerdakaan. Faktor
eksternal yaitu adanya kebudayaan barat dan peran mereka untuk negara kita
sangat kuat.
Tanggal
28 Oktober 1928, munculnya Sumpah Pemuda. 1 Juni 1945, terbentuknya Ideologi
Negara, dan 17 Agustus 1945, terbentuknya Proklamasi Kemerdekaan.
Demografi
- - Tahun 2015, jumlah penduduk = 255 juta
- - Penyebaran tidak merata
- - Lebih dari 538 bahasa daerah dari 300 etnik
- - Kualitas SDM rendah
Indonesia memiliki sumber daya kekayaan
alam yang melimpah, yaitu:
- - Tambang
- - Industri
- - Hutan
- - Perkebuan
- - Perikanan
- - Pertanian
Namun SDA belum terkelola dengan baik karena
terbatas oleh dana, SDM, dan teknologi.
- Permasalahan yang dihadapi
- Korupsi
- Kolusi
- Nepotisme
- Kriminalitas
- Kemiskinan
- Kersakan alam
- Mesuknya budaya asing yang merusak tata nilai nasional
- Perubahan karakter (otoriter, anarkis, dan acuh)
Seperti kutipan yang diberikan oleh pahlawan
kita yaitu “perjuangnku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuanganmu
lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar